Rabu, 04 Maret 2009

Obrolan Subuh

"Pak, bapaknya kawan-kawanku pada ngerokok semua lho..", kata anakku nonor dua -LiTa- seusai jamaah sholat subuh tadi pagi.

"Hmm... terus?"

"Rokoknya disembunyiin ama kawanku, hi..hi..hi..."

Kami semua jadi ikutan ketawa [ternyata ketawa itu bisa menular ya].

"Apa sih enaknya merokok itu pak?", tanya LiLo, anak bungsuku.

"Namanya rokok, narkoba, mariyuana, ganja itu gak ada yang enak .....", aku mencoba menjawab pertanyaan LiLo tapi LiLo sudah memotong dengan pertanyaan lain.

"Mariyuana itu apaan sih?"

"Bapak dulu ngerokok waktu SMA ya?", belum sempat LiLo kujawab, kakaknya sudah bertanya topik rokok lagi.

Aku berpikir sebentar agar bisa menjawab dua pertanyaan dari dua anak ini. Kalau hanya menjawab yang satu, maka yang lain akan merasa dinomorduakan.

"Saat aku SMA memang merokok, tapi aku merasa gak ada manfaatnya. Bikin pusing, begitu juga narkoba, ganja dan yang lain-lain tadi. Semuanya itu membuat kita merasa senang dalam waktu yang sekejab. Setelah efek senang itu hilang, maka yang terjadi adalah efek racunnya"

"Kalau mau senang sih, tidak perlu pakai obat itupun bisa. Kita cukup..."

"Tertawa saja !", sahut LiLo [dia apal sama ceramahku rupanya].

"Tiak harus ketawa, senyum saja cukup untuk merangsang hormon endorphen [bener gak nih nulisnya] dan melemaskan 300 otot muka kita", kataku sambi tersenyum pada LiLo

"Kalau begitu, aku tiap hari bahagia donk pak", kata si Mbarep LuLuk.

"Emang kamu tiap malem senyam senyum sendiri?"

"Ha..ha..ha..ha...", kembali derai tawa mengiringi obrolan seusai subuh itu.

"Kawanku kemarin dapet uang dari bapaknya pak. Dia menemukan bapaknya sedang merokok, dan perjanjiannya, kalau bapak ketahuan merokok, maka bapaknya di denda dan harus ngasih uang 20 ribu ke semua anggota keluarga", Lita masih ingin melanjutkan cerita tentang teman-temannya yang bermasalah dengan bapaknya yang hobi merokok.

"Katanya di Jakarta kalau merokok didenda sampai jutaan ya pak?"

"Tapi kok masih pada merokok ya pak. Di TV malah ada anak umur 4 tahun yang sudah "fasih" merokok. Katanya sudah begitu sejak umur 2 tahun"

"Cara ngerokoknya kayak orang tua deh pak. Gini...", Lita mencoba mendemonstrasikan cara merokok si anak kecil di TiVi itu.

"Pak, itu anak kecil tapi tampangnya nggak lucu deh,kaya orang tua banget"

"Ibu yang goblog itu!", akhirnya istiku ikut terpancing untuk berkomentar, ketika pembicaraan sampai ke masalah anak kecil yang merokok.

Aku sendiri hanya menengok ke kanan, kiri, depan, belakang, kanan lagi, kiri lagi, ya karena mereka pada saling ngomong bersahutan dan mereka duduk di sekelilingku.

Pembicaraan baru ditutup ketika ternyata jam sudah emnujukkan waktu [maksudnya sudah siang banget]. Akupun langsung berdiri cari sarapan dan meninggalkan acara rutin mbaca Quran. Semua gara-gara keasyikan ngobrol sih [dalam kenyataan, obrolan yang terjadi sangat meriah, saling bersahutan dan bermacam-macam topiknya].

Sebelum berangkat ke kantor, masih sempat ngobrol dengan istri, topiknya nginap di Tanjung Lesung. Soalnya dapet hadiah gratis nginap dari Kompasiana.

"Kata pak Yoga, kalau mau nginep disana, berangkat harus pagi-pagi dan jangan lupa bawa supermie", kataku memulai pembicaraan.

"Disana makanan serba mahal dan nggak kejangkau", aku melanjutkan.

Kulihat istriku senyam senyum saja, sehingga akupun sadar kalau ini sudah siang dan harus segera berangkat ke kantor.

Ketika mengeluarkan mobil dari car port, sambil jalan kaki di samping mobil, gantian istri yang ngajak bicara.

"Kemarin ditelepon kawan bapak yang mau iku kursus masak gratis hari ini di Saung...", katanya

Aku gantian yang senyam senyum sambil menjalankan mobil. Istrikupun adar bahwa sudah saatnya suaminya meninggalkan rumah menuju kantor.

Semoga hari ini cerah seperti biasanya, minimal hatiku yang cerah deh. Amin.

"Pagi yang cerah dan senyum di bibir merekah, berjuta rasa bahagia mengikuti perjalanku ke kantor.."
[gubahan dari lagunya Chrisye tuh]

Anda sedang bahagia juga kan?



Gaya LiLo kalau berdoa sehabis sholat jamaah
[langsung masuk ke pangkuanku]
kehangatan cintanya terasa sampai di lubuk hati

Tidak ada komentar: