Tampilkan postingan dengan label lega. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lega. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 April 2008

Lega (lagi)



Begitu keluar dari tol JORR, langsung kontak ke mbak Eni Pamulang, agar gak kesasar. Ternyata kesasar betul, lha papan penunjuk jalan ke Perumahan Pamulang 2 ternyata kayak hutan belantara.

Yang penting sampai dan bisa kembali ngumpul dengan keluarga jakarta, meskipun masih belum optimal seperti yang diharapkan.

Beberapa kendala klise adalah bertemunya jadwal ini dengan jadwal lain yang tidak bisa ditinggalkan.

Semoga bulan Juli nanti acara di Rumah Rudi akan lebih rame lagi. Terus pertemuan ke empat, insya Allah, akan diadakan di Yogya, bertepatan dengan ulang tahun Rudi dan lebaran.

Kayaknya bakal meriah deh lebaran kali ini. Belum lagi,acara ketemuan dengan keluarga trah lain yang juga makin meriah dari tahun ke tahun, karena pesertanya makin beragam dan makin nambah.

Barang siapa memelihara tali persaudaraan di antara kita, maka Tuhan juga akan memelihara tali kasihnya pada kita. Insya Allah. AMin.

Sampai jumpa di pertemuan yang akan datang.

Minggu, 06 Januari 2008

Lega




Lega rasanya hari itu aku dapat merealisasikan keinginan yang sudah bertahun-tahun kupendam. Sebuah keinginan yang sederhana, tetapi rasanya sulit sekali terlaksana.

Alhamdulillah, hari ini aku bisa mengumpulkan sebagian saudara yang ada di Jakarta dan memutuskan untuk mengadakan pertemuan rutin, 4 x setahun.

Konsekwensinya aku harus mau dan bersedia ditunjuk sebagai ketua. Semoga ini mejadi amal yang baik bagiku dan aku sanggup menerima amanat ini.

Amin.

ini tulisan misoaku di http://eshape.blogspot.com/

Sabtu, 2008 Januari 05
Ngumpulke Balung Pisah

Tanggal 5 Januari 2008, akhirnya beberapa “balung” yang dulunya terasa terpisah-pisah hari ini terasa menyatu kembali. Meskipun dari 6 keluarga besar ini belum lengkap hadir pada hari ini, tetapi itu hanyalah masalah jarak dan acara yang bersamaan saja.

Jarak memang memisahkan keluarga Yogya, Jakarta dan sekitar Jakarta, akan tetapi di jaman internet ini rasanya jarak hanya satu kata yang memang harus ada tetapi sangat dapat diatasi dengan jalur komunikasi yang terpampang di depan kita.

Secara aklamasi, istriku di”dapuk” kadi Ketua Keluarga Besar Atmo Prowito. Pipin jadi sekretarisnya dan Rudi jadi bendahara.

6 orang penghubung juga telah ditunjuk untuk mewakili kelompok keluarganya, sehingga komunikasi cukup dilakukan ke 6 penghubung ini saja. Merekalah yang akan meneruskan komunikasi ini secara beranting, “gethok tular” via SMS, ke keluarganya masing-masing (termasuk “andahan-andahan”nya).

Mereka adalah, mbak Eni, mas Antok, Rudi, Pipin, Fajar dan Radit.

Pertemuan mendatang akan dilaksanakan tanggal 5 April 2008 di rumah mbak Eni. Pasti asyik tuh, karena aku belum pernah kesana dan istriku pernah kesana tapi lupa jalannya.

Begitulah acara hari ini, katanya kalau kita mau dan suka menyambung tali silaturahmi, maka Allah swt akan memudahkan hidup dan kehidupan kita.

Insya Allah, amin.