Tampilkan postingan dengan label ceria. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ceria. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Juli 2009

Demo Mie di MMC2

Luar biasa semangat pak Ipung pada pertemuan MMC2 hari ini. Datang paling duluan dan lengkap dengan pasukannya. Sudah begitu, ketika acara MMC2 telah usai, pak Ipung langsung mampir ke Cimart untuk melanggengkan budaya solusi belanja hemat.

Bintang hari ini jelas pak Iman yang biasanya menjadi tukang suruh-suruh, hari ini berubah menjadi tukang disuruh-suruh.



"Ditekan saja pak, jangan digerus. Biarkan pecah tapi tidak sampai hancur", begitu kata komandan Mie Perto, dan pak Iman tanpa reserve langsung mengerjakan semua perintah yang didengarnya.



Dimulai dari buat adonan berdasar rumus yang dissmpaikan, kemudian dilanjutkan dengan pemotongan adonan dan pem,buatan adonan menjadi segi empat, maka dalam beberapa saat saja terciptalah mie yang dijamin enak dan tanpa bahan pengawet.


 buat selendang tepung dan masukkan ke mesin
jadilah mie yang segar dan berkualitas


Begitulah kelebihan dan kelemahan mie perto ini. Kelebihannya jelas pada mutu yang sangat tinggi dan rasa yang segar karena memang dibuat pada saat itu dan dimasak pada saat itu juga. Kelemahannya, kalau kita tidak siap, maka saat pelanggan datang berbondong-bondong, maka kita bisa kecapekan membuatnya.

 
pak Nas asyik mencatat petunjuk sang Kaisar

 
masukkan dalam air panas 12 detik saja

 
tambahkan sawi segar 

sawi nan segar [direndam dalam cairan cuka 10 menit dan pilih sawi yang daunnya berlubang]


"Kalau bapak-ibu nanti sudah mempunyai produksi lebih dari 3 kg, itu adalah saat untuk membeli mixer. Tangan kita sudah tidak sanggup lagi untuk membuat mie yang enak dan bermutu tinggi", begitu penjelasan sang kaisar Perto.

 
kecapnya harus kecap bango ya...
[kalau tidak rasanya akan rusak]


"1 kg tepung ini bisa untuk 18 mangkok dan cukup pakai bumbu satu plastik kecil ini. Harganya hanya 5 ribu saja per-bungkus", lanjut sang Kaisar,

"Pada umumnya seorang pedagang mie selalu khawatir kalau mienya tidak laku, maka apa yang terjadi?"

"Mienya bener gak laku pak"

"Nah .. begitulah. Kita ini punya pikiran dan yang terjadi akan sesuai dengan pikiran kita"

"Kalau kita punya niat begini pak, kalau gak laku makanan ini kan bis akita makan sendiri, gimana pak?

"Ya sama saja, tetep gak laku mienya, karena sudah yakin mau dimakan sendiri"

Kamipun tertawa mendengar tanya jawab yang dari awal memang selalu segar dan penuh canda tawa.

"Khawatir yang benar itu begini"

"...."

"Kita boleh khawatir kalau mie kita kelarisan dan labanya kebanyakan, sementara semua mesjid di sekitar kita sudah kita sumbang"

"Nah... itu baru kit aboleh kahwatir, kemana ya kita sedekahkan kekayaan kita ini"

Luar biasa memang cara sang kaisar Perto ini memberi semangat pada kita-kita. Rasanya perlu ada demo lagi di rumahku agar aku bisa ketularan jualan mie.

pilih tepung dengan kandungan protein tinggi


perlu cara khusus untuk mie keriting, tapi gampang kok mbuatnya
...
.

Sabtu, 21 Februari 2009

AcaRa MaSaaK..XD


Hari ini ada Acara MasAk2 GaJe di RumaHku...!! MeNuNya LaSagNa en KeNtaNg KeJyuu... di SpoNsori Oleh aKu , DeLLa , Ayyu , en LiTh2..


Sepulang sekoLah, aKw, DeL , en Yu' PerGi Ke PaSiMAL, ditemenin saMa TesSa JuGa,, BuaT BeLi KentaNg, Keju, DaGing, en MaKroni,,
Tapi deNgan toLolnya, kita cuman bawa duIt 9000 ruPiah buat beli barang sebanyak itu,, DaSar aNaK - anak SmP Gebleg,,


AkhirNya baRang yaNg bisa dibeLi cuman Keju en MakroNi..


Untungnya di rumah Ada KentaNg en Daging AyaM,,
(lagi2 hebatnya KekuaTan Keinginan...Ckckck...-O-),,



SeTeLah beLanja dua baraNg di PasiMaL, aKu en DeLLa Langsung Pulang ke rumahku, sedangkan aYu pulaNg KeruMAhnya.. buAt sEtor muKa ke nyokePnya...


Acara MaSak Langsung JaLan sesaMpe aKu dan DeLLa ke Rumah,, tanpa acaRa tungGu2an si AyYu,, si LiTh2 JuGa Ikut BaNtuin,,



MeSkipun hasil MasaKaNnya TerKesan RaDa *ehM *ehM.. KarNa FaKtor KeKuraNgan BahaN en Duit,, Rasa mAsakaNnya TeTeP aJa MantaBbb....

KenyaNg deh,,



Tapi Walopun daH KeNyaNg, si DeLL2 teTep aja KeLiaTaN KeLaPeraN,, KaYak belom maKan 20 Taon,, SaMpe KuLit KeNtaNgnya dImaKan Juga,, CkcKcK..
SebeNeRnya Tadi PengeN diPotO, TaPi KaMera daH Wafat(padahal KaGa' PuNya..:P),, KheKheKhe... XD

Selasa, 03 Februari 2009

Pasutri Berantem : HARUS ITU !!!

"Pak Eko, beginilah kami makan malam. Ada demarkasi di meja ini, di sisi ini adalah pasukan manis-manis dari Yogya dan di sisi itu adalah model makanan sumatera yang penuh rempah-rempah", begitulah penjelasan bosku yang sudah 10 tahun menikah dengan seorang wanita dari pulau seberang.

"Meski kami selalu seia sekata dalam berbagai hal, tetapi menyatukan dua pribadi dari dua dunia yang berbeda memang perlu banyak waktu, sehingga masih saja ada yang berbeda di antara kami", kata bosku melanjutkan.

Aku hanya mangggut-manggut saja. "Kok susah amat berumah tangga ya", pikirku kala itu.

Dalam perjalanan waktu kemudian, setelah aku menjadi pasutri, baru aku menyadari betapa benarnya ucapan bosku itu.




Pernikahan memang menyatukan dua pribadi dari lingkungan yang sangat berbeda menjadi satu model keluarga yang harus mau saling menerima dan memberi.



Saat aku memarahi istriku karena suatu hal yang kuanggap salah, saat itu kusadari bahwa aku belum belajar untuk menerima perbedaan dari istriku.

Demikian juga ketika istriku memarahiku untuk suatu hal yang kuanggap benar, kusadari bahwa aku belum tuntas menjelaskan kebenaran versiku ini padanya.

Laki-laki memang sering sok kuasa, padahal jika ditinggal istri sehari saja sudah kelabakan ngurus anak yang bermacam-macam maunya.

Perjalanan waktu juga makin membuat aku sadar bahwa memimpin diri sendiri ternyata lebih sulit dibanding memimpin keluarga. Begitu mudahnya menyuruh anak istri untuk melakukan suatu hal yang sebenarnya dengan berat hati mereka laksanakan, tetapi menjadi begitu sulit ketika menyuruh diri sendiri untuk melakukan hal-hal yang semestinya dengan mudah dapat dilakukan.

Aku jadi inget ketika pak Parlindungan Marpaung bercerita tentang seorang bapak yang menyuruh anaknya agar jangan merokok, sementara bapaknya dengan tenang melakukan perintah itu sambil memegang sebatang rokok yang terus menyala. Bagaimana mungkin seorang anak akan melakukan perintah yang dilanggar oleh bapaknya secara terang-terangan. Segeralah minta maaf pada anakmu kalau sempat melakukan hal ini.

Seperti juga ketika seorang bos memarahi anak buahnya sambil menunjuk-nunjuk dengan jari telunjuknya, sementara 4 jari sisanya justru menunjuk pada dirinya sendiri. Itu perlambang bahwa apa yang kita sampaikan ke orang lain, akan kembali ke diri kita sendiri dengan intensitas yang berlipat-lipat. Ini bukan contoh dari seorang bos yang memimpin dengan hati, tetapi ini adalah contoh bos yang suka memimpin dengan "power"


Ini juga mirip denga ustadz "kun fa yakun", Yusuf Mansur, saat kita memberi, maka saat itu sebenarnya adalah saat kita menerima dengan jumlah yang jauh lebih banyak.

Jadi saat pasangan suami istri beradu pendapat, maka saat itu adalah saat mereka saling menyesuaikan diri, saat mencoba mencari tahu apa sebenarnya yang dimaui oleh pasangan masing-masing.

Pasutri kok nggak pernah bertengkar, enggaklah yauw...!:-)

Bagaimana pendapat anda?

Minggu, 25 Januari 2009

HIKMAH nGebLoG

Pagi ini aku nganter istri ke Bekasi. Dia ada janjian dengan seorang kawan baru, sehingga perlu pendamping. Biasa deh, namanya saja ternak teri, jadi harus ada waktu untuk nganter anak dan nganter istri.

Kebetulan juga istri gak jualan di Pasar Kaget Jababeka, jadi pagi-pagi bisa langsung meluncur ke TKP.

Alamat yang diberikan, aku tidak tahu tempatnya, jadi minta ancar-ancar saja. Pokoknya keluar pintu tol Bekasi Barat belok kiri, menyusuri kali malang dan masuk ke kanan, dst...dst.

Akhirnya sesuai jam yang disepakati, aku dan istriku sampai di rumahnya.

Ngobrol sana-ngobrol sini, akhirnya jadi akrab deh. Lucu juga ya, kenal aja baru saja, kok udah kayak kawan lama.'




Kalung biofir yang mau dijual malah dinomor duakan, soalnya asyik ngobrol sih.

Aku jadi inget kawan-kawan di Jerman dulu yang hanya kenal di imil tapi sudah langsung ngirim barang elketronik. Lah .... begitu hebatnya pengaruh internet dalam kehidupan mayaku.

Hari ini aku kembali diingatkan akan peristiwa itu.

Kejadiannya ketika menjelang pamitan aku ngasih dia alamat fisbuk, eh ... ternyata udah pernah lihat alamatku.

"Pernah nulis di kompasiana ya?",  katanya.

Gara-gara "dipaksa" mas Amril TG jadi nulis di kompasiana dan ternyata hikmahnya terjadi hari ini.

Itulah keluarga Mr. Aris dengan blognya di http://arishu.blogspot.com/

Dunia ini memang sempit [apalagi bagi para blogger atau plurker].

Hari yang indah, jualan kalung dapet saudara. Sayang ketika Pak Aris perlu buku panduan Kalung Biofir, kami tidak bisa memberikannya. Buku Panduan itu laris manis sih.


Subhanallah. Alhamdulillah.
Segala puji hanya bagi Allah swt.



ditulis di hari Minggu, sepulang dari rumah mas Aris oleh eko.eshape@gmail.com
blogku sendiri ada di http://eshape.blogspot.com/